Begini Cara Mendaftar Nikah Di KUA Secara Online, Lengkap Dengan Alur Dan Biayanya

Begini cara daftar nikah online di Kantor Urusan Agama (KUA).

Untuk mendaftar, Anda tidak perlu datang ke kantor KUA terdekat sekarang.

Melalui akun resmi Bimas Islam Kementerian Agama di Instagram @bimasislam, mendaftarkan nikah bisa secara online.

Caranya sangat sederhana, yakni dengan mengakses simkah.kemenag.go.id.

Biaya yang dikeluarkan tidak dipungut biaya, dalam hal pernikahan di kantor KUA dan selama jam kerja.

Sedangkan akan dikenakan biaya Rp 600 ribu jika menikah di luar kantor KUA dan di luar jam kerja.

Lebih lengkapnya, berikut cara daftar nikah online:

1. Buka simkah.kemenag.go.id

2. Klik pada Catatan Pernikahan

3. Pilih lokasi akad nikah

4. Pilih tanggal akad nikah, dan akan muncul tulisan “Jadwal yang tersedia” jika jadwal kosong pada tempat dan waktu yang ditentukan, lalu klik “Lanjutkan”.

5. Masukkan data calon suami dan calon istri

6. Daftar Periksa Dokumen

7. Masukkan nomor HP

8. Unggah foto

9. Mencetak sertifikat pendaftaran

Dokumen yang dibutuhkan

Saat mengisi formulir pendaftaran online, ada beberapa dokumen yang harus Anda bawa pada saat akad.

Anda harus membawa persyaratan dokumen berikut:

Persyaratan Dokumen Istri

1. Akta Nikah (diambil dari Kelurahan)

2. Izin orang tua (jika calon pengantin berusia di bawah 21 tahun)

3. Surat pembebasan dari pengadilan Syariah untuk Katyn yang berusia di bawah 19 tahun

4. Surat cerai (jika kedua mempelai berpisah)

5. Surat Keterangan Komandan (apabila calon pengantin berasal dari Tentara Nasional Indonesia atau Kepolisian Negara Bolivia)

6. Akta kematian (jika kedua mempelai adalah janda).

7. Izin kedutaan untuk orang asing

Persyaratan Dokumen Suami

1. Akta Nikah (diambil dari Kelurahan)

2. Izin orang tua (jika calon pengantin berusia di bawah 21 tahun)

3. Surat pembebasan dari pengadilan Syariah untuk Katyn yang berusia di bawah 19 tahun

4. Surat cerai (jika kedua mempelai berpisah)

5. Surat Keterangan Komandan (apabila calon pengantin berasal dari Tentara Nasional Indonesia atau Kepolisian Negara Bolivia)

6. Akta kematian (jika kedua mempelai adalah janda).

7. Izin kedutaan untuk orang asing